Universitas Darunnajah Bangun Jembatan Ilmiah dengan Dunia Arab di Muktamar Sharjah.

Jumat, 30 Januari 2026 · Admin

Universitas Darunnajah Bangun Jembatan Ilmiah dengan Dunia Arab di Muktamar Sharjah.
Universitas Darunnajah Bangun Jembatan Ilmiah dengan Dunia Arab di Muktamar Sharjah.

Sharjah, Uni Emirat Arab – Universitas Darunnajah Jakarta mengukuhkan komitmennya dalam pengembangan bahasa Arab di kancah global dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Pusat Pendidikan Bahasa Arab untuk Negara-Negara Teluk (المركز التربوي للغة العربية لدول الخليج). Kesepakatan strategis ini terjalin pada 28-29 Januari 2026, di sela-sela penyelenggaraan Muktamar Bahasa Arab Internasional Ke-8 di Sharjah.

MoU ditandatangani langsung oleh Rektor Universitas Darunnajah, Dr. Much Hasan Darojat, dan Direktur Pusat Pendidikan Bahasa Arab untuk Negara-Negara Teluk, Dr. Isa Shaleh Al-Hammadi. Kerja sama ini mencakup peningkatan riset pengajaran bahasa Arab, penulisan karya ilmiah bersama, pertukaran pembicara, serta program pelatihan untuk pengembangan kapasitas dosen dan guru.

“Ini adalah langkah nyata membangun jembatan ilmiah antara Indonesia dan dunia Arab, khususnya untuk memajukan pengajaran bahasa Arab di tingkat internasional,” tegas Dr. Much Hasan Darojat.

Pada forum bergengsi yang mengusung tema “Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Arab: Pandangan ke Masa Depan” ini, delegasi Indonesia juga tampil memukau. Dua akademisi terkemuka berkesempatan menyampaikan hasil penelitian mereka. Presiden Universitas Darunnajah Jakarta, Dr. Sofwan Manaf, M.Si., memaparkan kajian berjudul “Peningkatan Kualitas Pengajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren dan Sekolah-Sekolah Islam Indonesia”.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pimpinan Pondok Pesantren Indonesia (P2I), Dr. Muhammad Tata Taufiq, mempresentasikan penelitian bertajuk “Peran Program Pencelupan Bahasa dalam Pengajaran Bahasa Arab bagi Non-Penutur Asli: Pesantren Modern Indonesia sebagai Model”. “Kami ingin menunjukkan bahwa sistem pesantren Indonesia unggul dalam menciptakan lingkungan belajar bahasa Arab yang efektif dan kondusif,” jelas Dr. Taufiq.

Muktamar yang dihadiri 118 peserta dari 24 negara dan menampilkan 85 makalah penelitian serta 20 praktik terbaik ini, dibuka dengan penghormatan khusus kepada Yang Mulia Syekh Dr. Sultan bin Muhammad Al-Qasimi, Penguasa Sharjah, atas dedikasinya terhadap bahasa Arab dan kebudayaan Islam.

Delegasi Indonesia, yang beranggotakan 10 tokoh pendidikan Islam terkemuka dari berbagai institusi, hadir sebagai bagian dari diplomasi akademik untuk memperluas jaringan kerja sama.

Kolaborasi baru antara Universitas Darunnajah dan Pusat Pendidikan Bahasa Arab untuk Negara-Negara Teluk ini diharapkan dapat membuka pintu yang lebih lebar bagi pengembangan kurikulum, riset kolaboratif, dan pertukaran tenaga ahli. Langkah ini sejalan dengan upaya berkelanjutan lembaga-lembaga pendidikan Islam Indonesia untuk memajukan bahasa Arab sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan peradaban.

Penulis: tim publikasi darunnajah

Bagikan:

Tautan disalin!

← Kembali ke Agenda