Seminar Pendidikan: Membantu Anak Memahami Perubahan Baligh dengan Nilai Islami
Minggu, 09 Februari 2025 · Admin
Jakarta – Sebagai bagian dari kontribusi pengabdian kepada masyarakat terutama dalam dunia pendidikan, Universitas Darunnajah terus berperan aktif dalam mencerdaskan generasi muda. Salah satu wujud nyata dari misi ini adalah keterlibatan Wakil Rektor II Universitas Darunnajah, Samiyono, M.Pd, dalam Seminar Pendidikan Islami yang diadakan oleh SD Islam Darunnajah Jakarta.
Seminar yang mengusung tema “Membersamai Anak-anak SD Menuju Masa Baligh dengan Meneladani Masa Kecil Nabi Muhammad SAW” ini bertujuan untuk membimbing para siswa agar lebih siap menghadapi fase baligh dengan meneladani akhlak dan perjalanan hidup Rasulullah SAW.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu dan karakter Islami, Universitas Darunnajah tidak hanya fokus pada pendidikan akademik di tingkat perguruan tinggi, tetapi juga aktif dalam program pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan dasar dan menengah.
Dalam sambutannya, Samiyono, M.Pd menyampaikan bahwa pendidikan usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak-anak. Oleh karena itu, kampus turut berkontribusi dalam memberikan wawasan dan bimbingan bagi siswa-siswa SD agar mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki nilai-nilai Islami yang kuat.
"Kampus bukan hanya tempat untuk belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi pusat kebermanfaatan bagi masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi nyata adalah dengan berbagi ilmu dan nilai-nilai kebaikan kepada generasi muda, agar mereka tumbuh dengan akhlak yang mulia dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan," ujarnya.
Dalam pemaparannya, Samiyono, M.Pd menjelaskan bahwa masa baligh adalah fase penting dalam pertumbuhan anak-anak, baik secara fisik, emosional, maupun spiritual. Oleh karena itu, siswa SD perlu mendapatkan pemahaman yang benar dan bimbingan yang tepat agar mereka lebih siap menghadapi perubahan tersebut.
"Anak-anak harus dipersiapkan dengan baik dalam menyambut masa baligh. Salah satu caranya adalah dengan meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW sejak kecil. Beliau tumbuh dengan akhlak mulia, kemandirian, dan kedekatan kepada Allah, yang menjadi bekal utama dalam kehidupan," ujar Samiyono, M.Pd di hadapan para siswa.
Sebagai inspirasi bagi para siswa, Samiyono, M.Pd mengajak mereka untuk mengenal lebih dalam bagaimana Nabi Muhammad SAW menjalani masa kecilnya. Beberapa nilai utama yang bisa dijadikan teladan, antara lain:
Pertama, Kejujuran dan Amanah – Sejak kecil, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai Ash-Shiddiq (jujur) dan Al-Amin (terpercaya). Siswa diajak untuk selalu berkata jujur dan tidak berbohong.
Kedua, Kemandirian dan Tanggung Jawab – Rasulullah SAW terbiasa mengembala kambing, yang mengajarkan kesabaran, kerja keras, dan kemandirian. Siswa diberikan motivasi untuk mulai belajar bertanggung jawab terhadap tugas-tugas kecil sehari-hari.
Ketiga, Adab dan Akhlak Mulia – Nabi Muhammad SAW selalu menjaga kesantunan dalam berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak diajarkan untuk menghormati orang tua, guru, dan teman sebaya.
Keempat, Kedekatan dengan Allah – Sejak kecil, Rasulullah SAW memiliki kesadaran spiritual yang tinggi. Dalam seminar ini, siswa diajak untuk mengenal ibadah wajib dan sunah, serta memahami pentingnya shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdoa.
Sebagai anak-anak yang masih berada dalam tahap pra-baligh, mereka membutuhkan bimbingan dari guru dan orang tua agar lebih siap menghadapi perubahan yang akan datang. Dalam sesi seminar, Samiyono, M.Pd memberikan beberapa tips praktis bagi siswa untuk memahami dan menghadapi fase baligh dengan baik, antara lain:
Seminar ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang menarik, di mana banyak siswa yang mengajukan pertanyaan seputar baligh dan perubahan yang akan mereka hadapi. Salah satu peserta, Ahmad, siswa kelas 5, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari seminar ini.
"Sekarang saya lebih paham bahwa baligh itu bukan hanya soal perubahan fisik, tapi juga tentang tanggung jawab ibadah. Saya ingin meniru Nabi Muhammad SAW yang jujur dan amanah," katanya.
Sementara itu, Abdul Wafa’, salah satu guru pendamping, menyampaikan apresiasinya terhadap seminar ini karena membantu siswa lebih memahami konsep baligh dengan cara yang ringan dan sesuai usia mereka.
"Biasanya anak-anak merasa bingung atau bahkan cemas mengenai baligh, tetapi seminar ini menjelaskan semuanya dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami," tuturnya.
Di akhir acara, Samiyono, M.Pd menyampaikan harapannya agar seminar ini dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk lebih siap menghadapi masa baligh dengan keimanan dan kedewasaan.
"Jika sejak kecil anak-anak sudah dibiasakan dengan akhlak yang baik, ibadah yang disiplin, dan kedekatan kepada Allah, insyaAllah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, mandiri, dan berakhlak mulia," tutupnya.
Seminar ini ditutup dengan sesi doa bersama dan pemberian hadiah bagi siswa yang aktif dalam diskusi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa lebih memahami pentingnya masa baligh dan siap menjalani fase tersebut dengan penuh kesadaran serta tanggung jawab sebagai seorang Muslim.
[caption id="attachment_26896" align="alignnone" width="1600"]
pemberian hadiah bagi siswa yang aktif dan antusias mengikuti Seminar[/caption]
- Mengenali Ciri-Ciri Baligh – Anak-anak diberikan pemahaman tentang perubahan fisik dan emosional yang akan terjadi seiring bertambahnya usia.
- Membiasakan Kebiasaan Positif Sejak Dini – Shalat, berpuasa, membaca Al-Qur’an, dan menjaga kebersihan diri merupakan kebiasaan yang harus dibangun sejak awal agar saat baligh nanti, mereka sudah terbiasa menjalankan kewajiban agama.
- Memahami Tanggung Jawab sebagai Seorang Muslim – Masa baligh adalah awal dari kewajiban ibadah. Oleh karena itu, siswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga akhlak, memilih pergaulan yang baik, serta menaati perintah Allah.
Seminar ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang menarik, di mana banyak siswa yang mengajukan pertanyaan seputar baligh dan perubahan yang akan mereka hadapi. Salah satu peserta, Ahmad, siswa kelas 5, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari seminar ini.
"Sekarang saya lebih paham bahwa baligh itu bukan hanya soal perubahan fisik, tapi juga tentang tanggung jawab ibadah. Saya ingin meniru Nabi Muhammad SAW yang jujur dan amanah," katanya.
Sementara itu, Abdul Wafa’, salah satu guru pendamping, menyampaikan apresiasinya terhadap seminar ini karena membantu siswa lebih memahami konsep baligh dengan cara yang ringan dan sesuai usia mereka.
"Biasanya anak-anak merasa bingung atau bahkan cemas mengenai baligh, tetapi seminar ini menjelaskan semuanya dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami," tuturnya.
Di akhir acara, Samiyono, M.Pd menyampaikan harapannya agar seminar ini dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk lebih siap menghadapi masa baligh dengan keimanan dan kedewasaan.
"Jika sejak kecil anak-anak sudah dibiasakan dengan akhlak yang baik, ibadah yang disiplin, dan kedekatan kepada Allah, insyaAllah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, mandiri, dan berakhlak mulia," tutupnya.
Seminar ini ditutup dengan sesi doa bersama dan pemberian hadiah bagi siswa yang aktif dalam diskusi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa lebih memahami pentingnya masa baligh dan siap menjalani fase tersebut dengan penuh kesadaran serta tanggung jawab sebagai seorang Muslim.
[caption id="attachment_26896" align="alignnone" width="1600"]
pemberian hadiah bagi siswa yang aktif dan antusias mengikuti Seminar[/caption]