Demokrasi Kebablasan “made in Indonesia”

Rabu, 29 Februari 2012 · Admin

Demokrasi Kebablasan “made in Indonesia”
Demokrasi Kebablasan “made in Indonesia”
13 tahun setelah ORBA tumbang & diganti dengan Orde Reformasi,dimana sudah ada 4 presiden yang menggantikan Soeharto terlihat sekali bahwa kemajuan yang ada sekarang ini adalah dalam hal kebebasan dalam hal mengemukakan pendapat/kebebasan pers saja di dekat pusat kekuasaan saja. Kemajuan lain seperti yang diungkapkan oleh mantan wapres seperti otonomi daerah,dsb hanyalah kemajuan “semu” yang membuat Indonesia semakin terpuruk dalam alam korupsi ; Otonomi daerah telah menjadikan wilayah Indonesia dipimpin oleh “raja-raja kecil” persis zaman “war lord” di China dulu. Di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kekuasaan,sebenarnya tidak ada kebebasan pers / mengemukakan pendapat,sebab banyak kejadian wartawan lokal yang mengungkap kasus-kasus kebobrokan di daerahnya mati secara “tiba-tiba” ,demikian pula dengan rakyat “kecil” yang menyuarakan kebenaran & keadilan didaerah banyak yang mati tiba-tiba karena tindakan represif yang dilakukan “raja-raja kecil” tersebut. Demokrasi yang sedang berlangsung di Indonesia adalah demokrasi kebablasan,demokrasi yang tidak terkendali & telah membahayakan kehidupan berbangsa & bernegara ; Ketertiban rakyat & para pemimpin negeri ini sulit sekali dikontrol & dikendalikan lagi,akibatnya banyak sekali gerakan-gerakan dibawah tanah yang sekarang ini tumbuh subur & telah memasuki sendi-sendi kehidupan masyarakat dengan berbaur di semua tingkatan. Barangkali Indonesia-lah  satu-satunya negara di dunia yang menganut demokrasi kebablasan,ketidak-siapan sistem pemerintahan yang ber-asaskan demokrasi serta mentalitas rakyat & pemimpin bangsa ini yang masih cenderung feodal menyebabkan demokrasi yang sekarang berjalan ini menjadi tidak karuan & bablas menjadi “semau gue” ; Pemilik kekuasaan & uang menjadi “sewenang-wenang” dengan menggunakan kedok demokrasi untuk membuat opini rakyat dengan melakukan tindakan-tindakan seolah-olah diri mereka “bersih” & didukung oleh rakyat. [caption id="attachment_84" align="alignleft" width="150" caption="Akibat Demokrasi yang berlebihan"][/caption] Demokrasi di Indonesia telah berjalan lebih radikal dibandingkan dengan negara “bapaknya demokrasi” yaitu Amerika Serikat,namun akibat daripada itu sekarang negara Indonesia mengalami banyak kekacauan dalam hal sistem menertibkan rakyat & pemimpin-pemimpin negeri ini. Penyebab kekacauan adalah karena lemahnya sistem hukum di Indonesia yang memberi ruang gerak para penegak hukumnya untuk korup,walau ada Komisi-2 yang dibentuk untuk mengawasi para penegak hukum itu,namun komisi-komisi tersebut juga “mandul” karena merupakan bagian dari sistem yang sudah dibangun sejak zaman ORBA yaitu KKN. Ada teori yang saat ini cenderung valid & mendekati kenyataan,bahwa demokrasi yang kebablasan ini memang dikehendaki & sengaja dibuat oleh “pemilik kekuasaan” negeri ini,agar rakyat tetap memilih pemimpinnya dari kalangan tertentu,siapakah “kalangan tertentu” itu……..? Membangun imej seolah-olah orang sipil di Indonesia hanyalah persis seperti yang dilakukan oleh anggota-anggota DPR-RI itu,pagi-siang-malam kerjanya hanya berkoar-koar namun hasilnya NOL alias NIHIL belaka,juga imej bahwa para koruptor yang sekarang ini adalah juga orang-orang sipil……Kasus-kasus korupsi yang terjadi di tubuh “kalangan tertentu” & dilakukan oleh para anggota “kalangan tertentu”  sangat sedikit sekali atau bahkan hampir dikatakan “cepat menguap”  seperti contoh kasus oknum yang tersangkut kasus “Malinda-Dee” (siapa ya….?)……KPK hanya punya gigi bila koruptor-nya dari kalangan seperti Gayus Tambunan,tetapi untuk kalangan tertentu yang mempunyai sekarang ini disebut  “pemilik kekuasaan sebenarnya” takutnya setengah mati. Rakyat & para mahasiswa Indonesia yang menegakkan Orde Reformasi benar-benar telah dibodohi …..!

Bagikan:

Tautan disalin!

← Kembali ke Pengumuman